Rabu, 25 April 2012

Gazali Ditembak Lantaran Mengacungkan Parang

Banjarmasin, KP – Gazali alias Zali (23) hanya bisa tertunduk berada di ruang penyidik Dit Krimum Polda Kalsel, Rabu (25/4) kemarin. Bersama dengan pamannya Abuk (55), warga Desa Bulanti Kecamatan Kalumpang, Hulu Sungai Selatan (HSS), ini menjalani pemeriksaan terkait amukan massa Senin (23/4) yang lalu.
Zali dan Abuk sendiri diamankan karena ditengarai terlibat dalam pembantaian terhadap, Amak (35), warga Kelumpang HSS yang dibantai secara sadis, yakni kaki kiri putus dibacok, luka di pinggang kiri dengan usus keluar, disertai diceburkan ke sungai dengan lebih dulu `penis’ (maaf kemaluan pria-red) miliknya di potong.
Setelah mengamankan Abuk dan Zali, Selasa (24/4) siang sekitar pukul 15.00 WITA, petugas gabungan Dit Reskrimum Polda Kalsel dan Sat Reskrim Polres HSS juga mengamankan Mahlan (50), Rabu (25/4) dini hari sekitar pukul 04.00 WITA.
Naas, buat Zali yang harus merasakan timah panas dalam penangkapan itu. Ketika hendak diamankan, Zali disebut mengacungkan parang kearah petugas.
``Dia melawan saat hendak diamankan. Makanya kita lumpuhkan,’’ ujar Dir Reskrimum Polda Kalsel, Kombes Pol Mustar Manurung.
Sementara itu, Zali mengaku tak ada niat untuk melawan ataupun mengacungkan parang kearah petugas. Namun, katanya, karena saat itu dirinya terkejut tanpa sengaja ia mengambil sebilang parang dan mengacungkannya. ``Saya tidak tahu itu petugas. Pas tau petugas saya menyerah melemparkan parang. Tapi sudah ditembak,’’ katanya.
Diakui Zali, ia memang ikut menebas Amak saat dalam kerumunan itu. Namun, menurutnya tebasannya tak ada yang mengenai korban. ``Saya ikut mengejar korban. Menyabet parang 3 kali ketika korban dibawah kolong rumah. Saya Cuma ikut-ikutan orang banyak,’’ akunya.
Menurut Zali, keributan itu sendiri terjadi lantaran korban yang coba ditegur warga malah mencabut senjata tajam. ``Karena kesal lebih dulu warga tak terbendung. Awalnya tak ada niat menyerang tapi karena dia menebaskan parang kea rah warga lalu warga emosi. Warganya ada sekitar 300 orang,’’ jelasnya.
Kekesalan warga sendiri berawal dari korban yang mewakili perusahaan PT Suria Langgeng Sejahter (SLS) berencana menggunakan lahan warga yang berada di kawasan Desa Balimau HSS.
``Waktu ditangkap saya ada di rumah sedang duduk-duduk dating polisi. Karena terkejut saya berdiri ngambil parang lalu ditembak. Saya ga ada niat melawan polisi. Tapi karena terkejut jadi kaya gitu,’’ tutur Zali.(mns/K-4)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar