Selasa, 14 Februari 2012

Humor Ceria

C A P E K Catatan Pelesetan Kelik

SPA, Semarang Pitulas Agustusan

Piring apa yang paling meriah? Jawabnya pasti, ``Piringatan Tujuh Belas Agustus''. KUTIPAN di atas ini merupakan teka-teki plesetan tempo doeloe. Kedengarannya lucu, tapi lebih lucu lagi kalau pas hari ``Peringatan Tujuh Belas Agustus'' tiba.
Lho, kenapa? Karena aneka kegiatan lomba pasti digelar di tiap-tiap kampung, sekolah-sekolah, dan instansi-instansi sekali pun. Sebagai amsal, ada lomba lari karung, ngipasin balon, panjat pinang, de-el-el. Pokoke, semuanya lucu-lucu.
So pasti namanya juga lucu belas agustus! Hehehe! Salah satu dari sekian banyak wujud kemeriahan menyambut hari kemerdekaan Republik tercinta ini, berlangsung di Kota Semarang.
Kabarnya Ibu Kota Jawa Tengah ini sedang sibuk dan heboh lantaran kota ini bakal menjadi ikon yang bernama SPA. Bukannya tempat untuk relax dan refreshing, tapi SPA yang dimaksud adalah Semarang Pesona Asia. So pasti juga bisa bermakna Semarang Punya Agenda. Lantas sebenarnya SPA itu, Siapa Punya Agenda? Hahaha!
Dengan sistem pengamanan yang ruarrrr... biasa, akhirnya event ini secara resmi dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis malam (9/8).
Sesuai rencana, acara ini bakal berlangsung hingga Rabu (15/8). SPA adalah merupakan program Pemerintah Kota Semarang sebagai ajang promosi potensi pariwisata, budaya, serta potensi perekonomian.
Perhelatan ini menghabiskan biaya yang tidak sedikit tentunya. Lalu apa yang menjadi obsesi dengan digelarnya acara ini? Yang jelas agar semua kekayaan potensi yang dimiliki masyarakat dapat ditunjukkan kepada dunia internasional. Bukan sekadar dipamerkan namun juga dikembangkan dan dikelola.
Tentunya kita semua berharap semoga tidak terjadi istilah, ''Ada Udang Di Balik Proyek''. He-eh!
Program SPA ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat Semarang khususnya. Namun sayang, ternyata juga melahirkan kontradiksi. Terbukti saat SPA ini akan dibuka dan diresmikan oleh Presiden RI, ratusan aktivis mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menolak pelaksanaan program tersebut. Kabarnya aksi mahasiswa ini berakhir ricuh karena sejumlah mahasiswa berusaha menurunkan bendera di halaman kantor RRI.
Upaya ini pun dicegah sehingga terjadi tarik menarik tali bendera. Wah, jangan-jangan mereka tengah belajar sebagai pengibar bendera jelang upacara tujuh belasan besok.
Upsss! Alhasil, pihak keamanan yang turun ke lokasi segera menangkap dan menahan dua mahasiswa. Mereka lantas dimintai keterangan atas aksi yang mereka lakukan. Tuh, kan! Namanya juga demokrasi, artinya setiap ada yang demo pasti dikerasi. Hihihi!
Tapi kini terbesit kabar tatkala uang rupiah menguat, ternyata memang menguat... maksudnya menguatirkan rakyat. Weleh!
Hal itu terbukti bahwa harga-harga sembako juga cenderung ikut menguat harganya. Tul, gak?!
Menjadi tradisi bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia ini memang sarat dengan kemeriahan.
Apapun dan dimana pun kemeriahan itu berlangsung semata-mata adalah untuk mempertangguh persatuan dan kesatuan.
Seperti halnya semangat saudara-saudara kita di kota Semarang yang heboh dengan program SPA-nya alias Semarang Pitulas Agustusan. Hahaha!(77)
- Ucup "Kelik" Pelipur Lara

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar