Humor Tak Harus Menghina
Humor - Memang menjadi senjata untuk membuat semua orang ketawa terbahak-bahak. Hamun, membuat sesuatu yang lucu itu tidak harus dengan menjatuhkan kondisi fisik orang lain atau mengejek dengan maksud menjelek-jelekkan orang lain.
Humor - Memang menjadi senjata untuk membuat semua orang ketawa terbahak-bahak. Hamun, membuat sesuatu yang lucu itu tidak harus dengan menjatuhkan kondisi fisik orang lain atau mengejek dengan maksud menjelek-jelekkan orang lain.
Hal itu diutrakan Ucup Kelik. Pria bernama lengkap Raden Kelik Sumaryoto yang memang sudah identik dengan pelesetan. ``Pelesetan itu jenis humor cerdas. Saya harus mengandalkan kecepatan mengolah kata dengan tetap mengusahakan publik mengikuti maksud saya,'' ujar pria kelahiran Yogyakarta ini.
Humor, ujar dia, tak cuma berujung-pangkal pada penciptaan tawa. Humor berkualitas memberikan katarsis atau pencerahan ke khalayak umum. Pria yang pernah memerankan tugas sebagai Wakil Presiden ini menjadikan humor sebagai wahana kritik.``Sama sekali tak berniat menjelek-jelekkan. Wakil Presiden Kalla pernah mewacanakan hendak melarang tayangan 'Republik BBM'. Padahal, siapa pun tak berhak melarang. Presiden sekalipun. Yang bisa Komisi Penyiaran Indonesia (KPI),'' ujarnya.
Kini, Kelik menyiapkan buku terbaru. Dia bakal membukukan tulisan pada rubrik 'Capek (Catatan Pelesetan Kelik)' di Suara Merdeka plus tulisan lain, Juni nanti, dengan judul Republik BBM, Sekali Plesetan Tetap Plesetan.
``'Saya akan menopik soal reshuffle hingga lumpur Lapindo. Juga usulan agar tak terjadi lagi pemerkosaan tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia, kita kirim tenaga kerja waria (TKW),'' katanya.
Dia bersetia pada jalur pelesetan sebagai strategi kritik tanpa efek menyakitkan. Karena itu dia bergantung pada koran untuk menambah vitamin pengetahuan agar selalu aktual. Dia berlangganan 10 koran. Usai subuh, dia membaca koran itu saban hari. ``Kemampuan pelesetan saya tertolong oleh kesukaan membuat kliping apa saja sejak kecil.''
Pelesetan seperti musik parodi. Seseorang harus bisa bermain musik dahulu untuk bisa memarodikan lagu. ``Dengan membaca koran, saya bisa mengusai topik terkini untuk saya pelesetkan. Itu salah satu rahasia menjaga konsistensi mutu lawakan,'' katanya.(real)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar